Google Translate

Minggu, 10 Agustus 2014

Cisco : Konfigurasi Jaringan dengan RIP

Sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun, juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.

RIP mengimplementasikan split-horizon, rute holddown, poisoned dan mekanisme untuk mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah beberapa fitur stabilitas RIP.
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.










1
Kita akan menggunakan topologi dan settingan IP pada gambar diatas.
Masuk ke Router0 dan ikuti langkah dibawah :
#Enable
#config terminal
#router rip
-tuliskan network yang menempel pada dirinya :
#network 192.168.0.0
#network 192.168.1.0
#exit
#show ip route
Akan keluar tampilan seperti dibawah ,tanda “R” merupakan tanda dimana network 192.168.2.0 melewati network 192.168.0.2 menggunakan protokol RIP.



2.
#show ip protocols
            Comand show ip protocols memberikan informasi protokol apa yang sedang digunakan pada router tersebut.






3.
#copy run start (untuk menyimpan configurasi)

#show run (memberikan informasi ip yang terkonfigurasi pada interface router dan informasi konfigurasi protokol RIP)




4.
Lakukan hal yang sama pada router 2




5.
Test debug ip rip di router 1 dan router 0


6.
#No debug ip rip (untuk menghentikan debug)
kelemahan pada rip 1 sewaktu di debug masih keluar broadcast 255.255.255.255.

test ping dr wilayah router 0


7.
Test ping dari wilayah router 1



Mudah bukan ? Begitulah cara mengkonfigurasi router RIP pada cisco, jika ingin menggunakan RIP2 ganti saja pada saat #router RIP menjadi #router RIP2.